← Kembali ke Ruang Keilmuan
Lainnya

Kisah Nabi Isa AS: Ruhullah, Kalimat-Nya, Kitab Injil, Mukjizat Menyembuhkan & Ulul Azmi

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا ۝ وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

"Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (QS. Maryam: 30-31)"

Nabi Isa 'Alaihissalam lahir dari rahim perawan suci Maryam tanpa perantaraan seorang ayah, sebagai tanda kebesaran dan kekuasaan mutlak Allah SWT. Ketika kaumnya memfitnah ibundanya, Isa yang masih berada dalam buaian bayi berbicara membela kesucian ibunya dan memaklumkan status kenabiannya.

Allah mengaruniakan Kitab suci Injil dan mukjizat-mukjizat spektakuler: membuat burung dari tanah liat yang ditiup menjadi hidup, menyembuhkan orang buta sejak lahir, menyembuhkan penyakit kusta, hingga membangkitkan orang mati atas izin Allah. Beliau mengajarkan kesederhanaan hidup, cinta kasih, dan mengabarkan kedatangan nabi terakhir bernama 'Ahmad' (Muhammad SAW). Allah menyelamatkan Nabi Isa dari rencana pembunuhan dengan mengangkatnya ke langit dan menyerupakan orang yang berkhianat (Yudas Iskariot).

Hikmah bagi Warga:

1. Meyakini kekuasaan Allah yang melampaui batas logika manusia.

2. Meneladani sifat lemah lembut, welas asih, dan peduli kepada sesama warga.

3. Menjaga lisan dari menuduh atau memfitnah kehormatan wanita shalihah.

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Kitab Qashashul Anbiya' karya Al-Hafizh Ibnu Katsir & Tafsir Ibnu Katsir